Proses Pembuatan Batik Handprinting: 17 Tahap dari Desain hingga Kirim
Urutan lengkap proses pembuatan batik handprinting dalam 17 tahap — desain, mockup, plotter, afdruk, screening, proofing, cetak, hingga QC dan pengiriman.
Dipublikasikan · 13 Agustus 2026
Handprinting adalah salah satu teknik produksi batik yang digunakan untuk menghasilkan motif dengan detail dan presisi melalui pemisahan warna per screen. Artikel ini menjelaskan proses batik handprinting — atau lebih lengkapnya proses pembuatan batik handprinting — dalam 17 tahap, dari desain hingga pengiriman.
Sekilas tentang teknik handprinting
Pada proses ini, setiap warna dalam satu motif dicetak menggunakan screen (plangkan) tersendiri sehingga dihasilkan motif yang rapi dan presisi. Teknik ini merupakan salah satu layanan produksi utama kami. Penjelasan teknik dan layanan produksi lainnya dapat dilihat di halaman teknik batik dan produksi.
Tahapan proses pembuatan batik handprinting
Berikut urutan 17 tahap yang kami jalankan:
01. Desain
Desain dapat berasal dari konsumen. Jika menggunakan desain konsumen, desain akan dipersiapkan kembali agar siap masuk proses produksi.
02. Mockup
Membuat visualisasi desain seakan sudah menjadi produk jadi sehingga konsumen dapat melihat gambaran hasil.
03. Plotter
Mencetak desain setiap warna dalam satu motif menggunakan kertas plotter sebagai persiapan proses screen.
04. Afdruk
Proses transfer desain positif-negatif dari hasil plotter ke plangkan/screen. Setiap warna menggunakan screen tersendiri.
05. Screening
Proses penyempurnaan screen dengan membuka bagian yang akan dilewati tinta saat proses cetak.
06. Proofing
Pembuatan sample kain sebelum produksi massal. Sample digunakan untuk memastikan motif dan warna sesuai persetujuan konsumen.
07. Cetak
Proses produksi kain secara massal menggunakan screen yang telah dipersiapkan.
08. Airing / Stoving
Proses pengeringan atau pemanasan untuk menjaga hasil tinta agar tidak mudah berubah.
09. Waterglass
Proses penguncian warna agar warna lebih tahan lama.
10. Penjemuran
Kain dikeringkan dengan proses yang sesuai untuk menjaga kualitas hasil produksi.
11. Rendam
Proses perendaman untuk membantu mengangkat residu warna yang tersisa.
12. Softener
Pemberian bahan pelembut agar kain memiliki tekstur yang nyaman digunakan.
13. Jemur Akhir
Pengeringan akhir sebelum proses finishing.
14. Kalender
Proses finishing untuk memberikan tampilan kain yang lebih rapi dan siap digunakan.
15. Pengukuran & QC
Pemeriksaan ukuran, kualitas kain, warna, dan hasil produksi.
16. Packing
Produk dikemas dengan rapi sebelum pengiriman.
17. Kirim
Produk dikirim kepada konsumen sesuai kebutuhan.
Catatan tentang tahap proofing
Tahap Proofing pada dasarnya melewati 17 proses di atas. Sample kain dibuat melalui rangkaian tahapan yang sama — mulai dari desain hingga kain sample siap — agar motif dan warna dapat disetujui konsumen sebelum produksi massal dimulai.
Quality control dan pengiriman
Sebelum dikirim, setiap hasil produksi diperiksa dari sisi ukuran, kualitas kain, warna, dan hasil akhir. Setelah lolos pemeriksaan, kain dikemas rapi dan dikirim sesuai kebutuhan. Informasi lengkap tentang kapasitas dan alur produksi dapat dilihat di halaman produksi dan kain batik. Untuk kebutuhan partai besar dengan proses produksi batik yang terencana, hubungi produsen kain batik kami.
Lihat Proses Produksi
Tim kami siap membantu Anda memilih kain batik, motif, bahan, dan kebutuhan custom sesuai anggaran.
