Skip to main content
Batik Soehadi

Teknik Batik Shibori: Ciri, Alat, dan Cara Kerja

Teknik shibori — ikat celup tradisional Jepang yang berbagi prinsip dengan jumputan cuwiri. Ciri, alat, dan cara kerja secara umum.

Dipublikasikan · 1 Agustus 2026

Shibori adalah istilah untuk teknik ikat celup tradisional Jepang, namun banyak prinsipnya mirip dengan teknik ikat Nusantara seperti jumputan. Artikel ini membahas ciri shibori dan hubungannya dengan teknik batik ikat secara umum.

Apa itu shibori

Secara umum, shibori merujuk pada kain yang dilipat, diikat, atau dijepit sebelum dicelup, sehingga bagian terikat tidak terkena warna. Pola yang muncul sangat bergantung pada cara pengikatan.

Ciri hasil shibori

Haslinya beragam: dari garis simetris karena lipatan, hingga pola bulat karena ikatan benda bulat. Shibori dikenal karena efek gradasi dan pola teratur yang khas.

Alat dan bahan

Shibori menggunakan kain, tali/pita ikat, dan benda penjepit. Pewarna celup adalah unsur utama; malam tidak selalu digunakan.

Cara kerja secara umum

Kain dilipat dan diikat, lalu dicelup. Pengulangan celup dengan ikatan berbeda menghasilkan pola bertingkat. Dalam konteks batik, prinsip resist ini sejalan dengan teknik ikat lokal.

Shibori vs jumputan/cuwiri

Shibori berbagi prinsip dengan jumputan dan cuwiri (satu keluarga ikat), namun shibori memiliki tradisi dan pola khas Jepang. Semua termasuk teknik resist, bukan batik tulis.

Penggunaan

Shibori cocok untuk kain bernuansa kontemporer atau eksperimental. Lihat juga ragam teknik di halaman teknik batik dan proses produksi.

Teknik terkait: jumputan, cuwiri, dan batik printing vs cap.

Pertanyaan umum

Apakah shibori termasuk batik tulis? Tidak. Shibori adalah teknik ikat celup (resist), berbeda dengan batik tulis yang menggunakan malam dan canting.

Konsultasi Teknik Batik

Tim kami siap membantu Anda memilih kain batik, motif, bahan, dan kebutuhan custom sesuai anggaran.

Konsultasi via WhatsApp